Dua sahabat masa kecil terus memainkan permainan saling mengatakan “aku cinta kamu” tanpa berani mengakui perasaan sebenarnya. Semakin lama permainan itu berlangsung, semakin sulit bagi mereka membedakan candaan dan cinta yang sesungguhnya.
Dua sahabat masa kecil terus memainkan permainan saling mengatakan “aku cinta kamu” tanpa berani mengakui perasaan sebenarnya. Semakin lama permainan itu berlangsung, semakin sulit bagi mereka membedakan candaan dan cinta yang sesungguhnya.